1. Investasi
  2. Serba-Serbi Investasi
  3. Apa Penyebab Pasar Saham Mengalami Koreksi?

Apa Penyebab Pasar Saham Mengalami Koreksi?


By

Updated

Seringkali kita mendengar bahwa IHSG terkoreksi atau mengalami koreksi. Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa koreksi pada pasar saham dapat terjadi? Apa yang dimaksud dengan koreksi pasar saham?

Demikian penjelasannya. Harga saham itu sendiri tidak pernah stabil. Setiap hari, hampir semua harga saham di dunia mengalami fluktuasi, kadang bahkan sangat besar. Saat pasar saham secara keseluruhan turun lebih dari 10 persen, penjualan tersebut secara teknis dijuluki koreksi. Hampir tidak ada investor yang menginginkan pasar mengalami koreksi. Beberapa faktor di bawah ini dapat berkontribusi atau bahkan membuat pasar saham mengalami apa yang disebut koreksi pasar.

Laba

Dalam suatu periode, arah pasar saham secara kesatuan mengikuti pencapaian laba perusahaan, yang kemudian mempengaruhi harga saham. Jika laba diproyeksikan akan naik, maka pasar saham biasanya akan bergerak ke arah yang sama. Begitu juga sebaliknya, saat laba turun, maka harga saham pun ikut turun. Jika hanya beberapa perusahaan yang tidak mencapai target laba yang diproyeksikan, biasanya tidak akan sampai memicu koreksi pasar secara luas. Namun, jika kondisi ekonomi baik global ataupun nasional sedang lesu, maka banyak perusahaan yang akan terkena imbasnya. Saat sejumlah besar saham mulai dijual besar-besaran, keseluruhan pasar saham atau yang disebut Indeks Harga Saham Gabungan biasanya akan mengalami koreksi.

Analisis teknikal

Sebuah cabang lain dari metode analisis pasar saham yang disebut analisis teknikal, adalah metode yang secara khusus melacak pola perdagangan dari sebuah saham dan bisa juga indeks gabungan. Berdasarkan pergerakan harga saham yang mengikuti pola tertentu, analis teknikal mencoba memprediksi pergerakan harga yang akan terjadi. Jika grafik saham mengindikasikan satu sektor ataupun indeks saham gabungan bergerak mengikuti pola yang akan berujung pada koreksi, investor yang mempercayai metode ini akan memilih untuk menjual saham. Percaya atau tidak, pemain saham rata-rata lebih yakin terhadap hasil analisis teknikal daripada fundamental saham. Akibatnya, saat lebih dari cukup investor yang menjual saham karena hasil analisis teknikal mengatakan demikian, maka koreksi pasar saham akan terjadi.

Rasa takut dan panik

Walaupun pasar saham berdasarkan ilmu pengetahuan dan sangat canggih bahkan njlimet, tetap saja dikendalikan oleh manusia yang memiliki perasaan, termasuk rasa takut dan tamak. Saat investor ketakutan, mereka akan menjual saham. Seringkali, aksi jual bergerak seperti halnya bola salju, karena investor takut dan panik dengan kondisi pasar yang sedang labil. Investor berlomba-lomba untuk menjual sahamnya secepat mungkin karena takut harga saham jatuh semakin dalam, dan bisa saja hanya dipicu oleh isu yang belum terbukti. Akibatnya pasar saham mengalami koreksi.

Ada kalanya pasar saham bergerak naik terlalu tinggi dan terlalu cepat. Dalam kasus ini, profit taking atau aksi ambil untung ini yang menyebabkan pasar mengalami koreksi.

 

Anda juga dapat menambah wawasan dalam investasi saham melalui artikel dilusi saham, right issue dan HMETD dan 6 rasio yang wajib diketahui oleh investor pemula. Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi pada mata uang kripto (cryptocurrency), Anda dapat membaca artikelnya di sini. Jangan lupa terus #dirumahaja agar #Covid-19 segera berlalu. Sukses terus.

Menu