1. Bisnis
  2. Finance & Accounting
  3. Akuntansi
  4. Pengantar Akuntansi
  5. Apa itu Akuntansi: Definisi, Fungsi, Jenis, dan Ilustrasi

Apa itu Akuntansi: Definisi, Fungsi, Jenis, dan Ilustrasi


By

Updated

Apa itu Akuntansi?

Akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses mencatat transaksi keuangan yang berkaitan dengan sebuah usaha. Proses dalam akuntansi mencakup meringkas, menganalisa, dan melaporkan transaksi keuangan yang nantinya akan dipakai oleh berbagai departemen keuangan baik dalam perusahaan maupun luar perusahaan, seperti bank dan pajak. Laporan keuangan yang dibuat berdasarkan proses akuntansi merupakan ringkasan yang cermat dari transaksi keuangan dalam sebuah periode akuntansi, yang meliputi hasil operasional berupa laporan laba rugi (statements of profit or loss), posisi keuangan dalam bentuk neraca saldo (balance sheet), dan arus kas dalam laporan arus kas (statements of cash flows).

Apa Fungsi dan Manfaat Akuntansi?

Akuntansi merupakan salah satu elemen kunci dalam hampir semua jenis usaha. Proses akuntansi biasanya ditangani oleh seorang akuntan (accountant) atau pemegang pembukuan (bookkeeper) dalam sebuah perusahaan kecil, atau oleh sebuah departemen dengan sejumlah karyawan pada perusahaan yang lebih besar. Laporan-laporan yang dihasilkan dari berbagai aliran akuntansi, seperti akutansi biaya (cost accounting) dan akuntansi manajemen (management accounting), sangat berguna bagi manajemen dalam membuat keputusan bisnis.

Laporan keuangan yang meringkas operasional sebuah perusahaan besar, dengan laporan posisi keuangan dan arus kas selama periode tertentu harus tepat dan terkonsolidasi berdasarkan ribuan transaksi keuangan yang telah terjadi. Laporan keuangan yang tepat dan terkonsolidasi ini merupakan tujuan akhir sebagai hasil penilaian bagi semua akuntan setelah mengasah kemampuannya melalui sekolah dan pengalaman bekerja selama bertahun-tahun.

Walaupun fungsi dasar akuntansi dapat ditangani oleh seorang pemegang pembukuan, akuntansi yang lebih kompleks biasanya ditangani oleh seorang akuntan yang memiliki kompetensi yang lebih spesifik dan tersertifikasi, seperti akuntan publik (Certified Public Accountant / CPA) dan akuntan manajemen (Certified Management Accountant / CMA).

Apa Saja Jenis Akuntansi?

Dalam akuntansi terdapat 3 jenis atau aliran yang berbeda berdasarkan jenis transaksi yang dikerjakan.

  1.  Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Akuntansi keuangan mengacu kepada proses akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan bulanan dan tahunan. Hasil pencatatan dari seluruh transaksi keuangan selama sebuah periode akuntansi diringkas ke dalam neraca saldo, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Laporan keuangan sebuah perusahaan biasanya diaudit oleh pihak ketiga di luar perusahaan, dalam hal ini oleh akuntan publik. Sedangkan bagi perusahaan publik sudah menjadi kewajiban untuk melakukan audit oleh akuntan publik.

Para penyandang dana dan pemberi pinjaman, baik itu individual ataupun badan seperti perbankan dan konsorsium juga pada umumnya mengharuskan perusahaan peminjam untuk melampirkan laporan keuangan yang sudah diaudit oleh akuntan publik sebagai bagian dari perjanjian utang piutangnya. Oleh karena itu, perusahaan memiliki alasan tersendiri dalam menggunakan jasa audit eksternal.

  1.  Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

Akuntansi manajemen menggunakan sumber data yang sangat mirip dengan akutansi keuangan, tapi mengelola dan menggunakan informasi dalam cara yang berbeda. Contohnya, dalam akuntansi manajemen, seorang akuntan membuat laporan keuangan bulanan atau triwulan yang akan dipakai oleh jajaran manajemen perusahaan untuk membuat berbagai keputusan terkait operasional perusahaan. Akuntansi manajemen juga mencakup berbagai aspek akuntansi, seperti pembuatan anggaran (budgeting), prediksi (forecast), dan berbagai analisa keuangan lainnya. Intinya, berbagai informasi yang berguna bagi manajemen akan dikelola oleh akuntansi manajemen.

  1.  Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Seperti halnya akuntansi manajemen yang membantu pimpinan dalam membuat keputusan bisnis, akuntansi biaya membantu direksi dalam membuat keputusan menyangkut biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan. Akuntansi biaya secara garis besar mempertimbangkan seluruh biaya yang berkaitan dengan produksi barang. Biaya yang diperlukan dalam produksi ini dikenal dengan istilah HPP / Harga Pokok Penjualan (COGS / Cost of Goods Sold). Pemilik perusahaan atau manajer penjualan dapat menentukan harga jual dari sebuah produk berdasarkan biaya produksi yang diperlukan. Dalam akuntansi biaya, uang menjadi faktor penilaian dalam produksi, sedangkan dalam akuntansi keuangan, uang diperlakukan sebagai tolak ukur kinerja keuangan sebuah perusahaan.

Apa Pedoman Dalam Akuntansi?

Pada umumnya para akuntan di Indonesia menggunakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan / PSAK sebagai pedoman dalam menyusun laporan keuangan. PSAK ini sendiri mirip dengan Generally Accepted Accounting Principles / GAAP di Amerika Serikat, dan berisi prinsip dan standar yang dirancang agar seluruh laporan keuangan selalu konsisten di semua bidang usaha. Standar akuntansi yang berlaku umum adalah pembukuan ganda (double-entry), sebuah metode di mana pencatatan transaksi keuangan dilakukan di dua sisi, debet dan kredit. Kedua sisi dalam setiap jurnal ini akan tampak dalam neraca saldo dan laporan laba rugi.

Ilustrasi Akuntansi

Untuk mengilustrasikan pencatatan double-entry yang merupakan standar dalam akuntansi, kita akan mengambil contoh dari sebuah transaksi yang umum terjadi dalam sebuah perusahaan.

Saat terjadi penjualan, perusahaan akan mengirim faktur kepada pembeli. Akuntan dalam perusahaan akan mencatat transaksi penjualan tersebut dalam sebuah jurnal dengan akun Piutang Dagang pada sisi debet dan akun Penjualan pada sisi kredit. Akun piutang dagang akan muncul sebagai aset dalam neraca saldo, sedangkan akun penjualan akan tampak dalam laporan laba rugi. Saat faktur tersebut dibayar, maka akuntan akan mencatat piutang dagang tersebut di sisi kredit lalu membukukan kas pada sisi debet.

Metode pencatatan seperti inilah yang disebut pembukuan ganda, sehingga semua total pencatatan pada buku besar dan buku kecil selalu seimbang. Jika hasilnya tidak seimbang, akuntan harus mencari di jurnal mana kesalahan pencatatan tersebut terjadi.

Sejarah Singkat Akuntansi

Sejarah dari akuntansi bermula hampir bersamaan sejak adanya penggunaan uang sebagai alat tukar ekonomi, yang dapat ditemukan pada peradaban kuno Mesopotamia, Mesir, dan Babilonia. Kerajaan Romawi bahkan telah mencatat secara detil mengenai keuangan pemerintahannya. Untuk akuntansi modern di mana akuntansi telah diakui sebagai sebuah profesi dimulai di abad ke-19.

Luca Pacioli disebut sebagai Bapak Akuntansi berkat kontribusinya saat akuntansi berkembang sebagai sebuah profesi. Sebagai seorang ahli matematika dan sahabat dari Leonardo da Vinci, Luca Pacioli menerbitkan sebuah buku mengenai pembukuan ganda pada tahun 1494.

Pada tahun 1880, profesi akuntan secara resmi diakui oleh Institute of Chartered Accountants di negara Inggris dan Wales. Badan ini telah menciptakan banyak sistem dalam akuntansi yang digunakan hingga saat ini, sedangkan pembentukan badan resmi tersebut diakibatkan revolusi industri yang terjadi di Inggris. Para pedagang saat itu membutuhkan sebuah catatan untuk melacak transaksi dalam usahanya.

Fakta Seputar Akuntansi

Apakah akuntan merupakan sebuah profesi?

Jawabannya adalah YA, karena akuntan adalah orang yang bertanggung jawab dalam mencatat transaksi keuangan sebuah perusahaan dengan akurat dan tepat waktu. Akuntan dituntut untuk mencatat transaksi setiap hari, dan menyusunnya menjadi sebuah laporan keuangan dalam format neraca saldo, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Seorang akuntan juga menyediakan jasa, seperti jasa audit secara berkala atau mempersiapkan laporan keuangan sementara bagi manajemen perusahaan.

Apakah akuntan membutuhkan keahlian khusus?

Seorang akuntan dapat berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Tapi secara umum, ketelitian merupakan keharusan dalam akuntansi karena seorang akuntan harus dapat mencari dan memperbaiki kesalahan sekecil apapun dalam pencatatan yang mengakibatkan adanya selisih pada total penjumlahan. Kemampuan untuk berpikir secara logis juga penting karena akan membantu dalam pemecahan masalah. Keahlian berhitung cepat awalnya penting, tapi saat ini semakin berkurang kebutuhan akan hal ini karena adanya kalkulator dan program komputer.

Kenapa akuntansi penting bagi investor?

Hasil pekerjaan dari para akuntan merupakan inti dari pasar keuangan modern. Tanpa akuntansi, investor tidak memiliki informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu, dan manajemen perusahaan juga kehilangan panduan untuk mengambil keputusan saat mengarahkan operasional perusahaan. Badan pengawas bursa juga bergantung kepada opini dari akuntan publik yang melakukan audit terhadap perusahaan yang telah go-public. Singkatnya, walaupun akuntansi sepertinya diremehkan, tapi hasil pekerjaannya sangat dibutuhkan untuk kelancaran fungsi keuangan di dunia modern.

RINGKASAN

  • Tanpa memandang besar kecilnya sebuah usaha, akuntansi merupakan sebuah fungsi yang penting dalam pengambilan keputusan, perencanaan anggaran biaya, dan pengukuran kinerja keuangan.
  • Seorang pemegang pembukuan seharusnya mampu untuk menjalankan proses akuntansi dasar, tapi dibutuhkan seorang akuntan yang tersertifikasi untuk melakukan pekerjaan dalam akuntansi yang lebih kompleks.
  • Terdapat 2 tipe akuntansi yang penting bagi dunia usaha, yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi biaya. Akuntansi manajemen akan membantu jajaran direksi dan pemilik usaha untuk mengambil keputusan bisnis dan meminimalisasi risiko, sedangkan akuntansi biaya membantu manajemen perusahaan untuk memutuskan berapa harga yang layak bagi sebuah produk atau jasa yang dijual.
  • Seluruh akuntan di dunia memiliki pedoman dalam melakukan pekerjaannya, di Indonesia dikenal dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan / PSAK atau di Amerika Serikat dikenal dengan Generally Accepted Accounting Principles / GAAP.
Menu