1. Investasi
  2. Cryptocurrency
  3. Apa itu Altcoin?

Apa itu Altcoin?


By

Updated

Sebagian besar dari Anda pasti pernah mendengar Bitcoin, tapi bagaimana dengan Altcoin? Apakah aman untuk berinvestasi pada altcoin? Dalam artikel ini kami akan membagikan informasi dasar seputar altcoin yang perlu Anda tahu.

Apa itu Altcoin?

Altcoin merupakan mata uang kripto (cryptocurrency) selain Bitcoin, yang memiliki kemiripan karakteristik tapi berbeda tujuan pembuatannya. Sebagai contoh, beberapa altcoin menggunakan mekanisme yang berbeda dengan Bitcoin untuk menghasilkan block atau melakukan verifikasi transaksi. Ada juga yang membedakan diri dari Bitcoin dengan memfasilitasi fitur baru, seperti untuk pembayaran korporasi atau harga coin yang mengikuti pergerakan harga minyak.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, di bulan Maret 2021 terdapat hampir 9.000 mata uang kripto, dan terhitung altcoin berjumlah lebih dari 40% dari total cryptocurrency. Karena altcoin adalah turunan dari Bitcoin, maka pergerakan harga altcoin cenderung mengikuti pergerakan Bitcoin. Tapi banyak ahli mengatakan bahwa saat sebuah altcoin sudah beredar lama dan perkembangan pasar baru sudah mencapai batas akan membuat pergerakan altcoin berbeda dari tren harga Bitcoin.

Memahami Altcoin

Altcoin tersusun dari kerangka kerja yang sama dengan Bitcoin. Oleh karena itu, altcoin dan Bitcoin memiliki coding dan fungsi yang serupa. Fitur peer-to-peer yang diusung oleh keduanya juga sama, Beberapa altcoin juga ingin menggantikan dominasi Bitcoin sebagai alat pembayaran transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah.

Walaupun memiliki banyak kemiripan, keduanya juga mempunyai beberapa perbedaan.

Bitcoin sebagai pencetus cryptocurrency dengan filosofi dan sistem kerjanya telah menjadi acuan bagi perkembangan coin lain. Tapi pada perkembangannya Bitcoin mengalami beberapa hambatan. Contohnya, Proof-of-Work (PoW), sebuah mekanisme yang disetujui bersama dalam pembuatan block baru, menyedot energi yang besar dan memerlukan waktu yang lama. Kemampuan Bitcoin dalam smart contract juga terbatas.

Altcoin mencoba mengatasi keterbatasan Bitcoin dengan menciptakan fitur baru. Beberapa altcoin menggunakan metode Proof-of-Stake (PoS) untuk mengurangi konsumsi energi dan waktu yang dibutuhkan dalam membuat block dan memverifikasi transaksi baru.

Contoh lainnya terdapat pada ether, cryptocurrency dengan market cap terbesar kedua di dunia, yang digunakan sebagai alat pembayaran biaya transaksi di dalam platform Ethereum. Altcoin juga mengatasi masalah volatilitas harga Bitcoin yang sangat tinggi. Contohnya adalah stablecoin yang harganya disamakan dengan USD sehingga dapat dijadikan untuk alat pembayaran transaksi seperti biasa.

Dengan membedakan diri terhadap Bitcoin, altcoin memiliki pangsa pasar tersendiri. Hal ini menarik bagi investor yang melihat perbedaan yang dibawa altcoin sebagai peluang sehingga menjadi alternatif dari Bitcoin. Investor berharap dari kenaikan harga altcoin di masa depan setelah semakin banyak investor lain yang menyadari kelebihan tersebut.

Jenis Altcoin

Tergantung dari fungsi dan mekanisme pembuatannya, altcoin memiliki berbagai bentuk dan rasa. Berikut ini adalah ringkasan dari beberapa tipe altcoin yang memiliki popularitas lebih tinggi di antara seluruh altcoin yang ada:

Penambangan

Beberapa altcoin di dunia hanya bisa didapatkan melalui proses penambangan. Altcoin jenis ini menggunakan PoW, sebuah metode di mana sistem menghasilkan coin baru dengan memecahkan masalah yang kompleks untuk menciptakan block baru. Di antaranya terdapat Monero, Zcash, dan Monero. Sebagian besar altcoin terkenal masuk dalam kategori ini. Tipe altcoin lain berdasarkan sumber pembuatannya adalah pre-mined coin, di mana coin tidak diproduksi melalui proses algoritma tapi didistribusikan sebelum terdaftar di pasar crypto. Contoh dari coin pre-mined adalan XRP dari Ripple.

Stablecoin

Volatilitas luar biasa tinggi pada harga cryptocurrency berawal sejak cryptocurrency tersebut mulai diperjualbelikan. Stablecoin ingin mengurangi pergerakan harga yang “gila” tersebut dengan cara mematok harganya pada nilai suatu barang, seperti mata uang sebuah negara (fiat currency), logam mulia, atau harga minyak bumi dunia. Fluktuasi harga pada stablecoin dapat dikatakan sangat minim karena mengikuti pergerakan harga suatu barang berwujud.

Diem, mata uang crypto besutan Facebook Inc. merupakan contoh dari stablecoin. Awalnya proyek pembuatan cryptocurrency ini diberi nama Libra, yang kemudian diganti menjadi Diem yang berarti ‘hari’. Facebook mematok harga sama dengan dolar Amerika untuk setiap coinnya. Cryptocurrency lain yang dikategorikan stablecoin adalah USDC dan Petro Gold.

Security Tokens

Salah satu kritik terbesar yang dihadapi oleh cryptocurrency adalah ketiadaan nilai fundamental yang mendasari harga coin. Untuk menjawab kritik tersebut, diciptakanlah security token yang mewakili nilai aset nyata, seperti ekuitas atau property sebuah perusahaan. Jadi dapat dikatakan bahwa security token merupakan saham versi digital yang diperjualbelikan di pasar cryptocurrency.

Security token yang mirip dengan saham ini diperdagangkan layaknya di pasar saham, dan memiliki peraturan yang jelas dari pihak pemerintah. Security token juga membagikan dividen kepada pemilik token. Harapan terhadap kenaikan harganya juga menjadi daya tarik besar bagi para investor. Security token umumnya ditawarkan kepada investor melalu ICO (Initial Coin Offering). Contoh dari security token yang sudah beredar sekarang ini adalah Tzero dan ISTOX.

Utility Token

Yang dimaksud dengan utility token adalah coin yang nantinya dapat digunakan oleh para pemilik coin untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan pencipta coin tersebut.

Sebagai contoh, Kentucky Fried Chicken menciptakan cryptocurrency sendiri dengan token bernama KFC sebanyak 1 miliar token dan akan melakukan ICO sebentar lagi. Dengan satu token KFC Anda dapat membeli paket Super Besar 2 seharga Rp. 35.000. Token KFC inilah yang disebut sebagai utility token. Di pasar cryptocurrency sekarang, FunFair (FUN) dan Filecoin dapat menjadi contoh dari utility coin yang cukup terkenal.

Apakah Berinvestasi Pada Altcoin Menguntungkan?

Pasar cryptocurrency untuk semua altcoin sebenarnya masih sangat baru. Jumlah altcoin yang beredar juga melesat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, memancing banyak investor untuk menebak pergerakan harga demi satu tujuan, yaitu mendulang laba. Tapi kondisi seperti ini menyebabkan investasi pada altcoin menjadi tidak terukur dan tidak dapat dibandingkan antara altcoin satu dengan yang lain.

Tidak seperti halnya investasi saham, dalam cryptocurrency tidak terdapat kriteria ataupun tolak ukur dalam menentukan nilai coin. Sebagian besar harga altcoin hanya berdasarkan spekulasi yang mengendalikan harga permintaan dan penawaran. Pada beberapa kasus, terdapat cryptocurrency yang tidak “diurus” oleh penciptanya karena sepi peminat, atau bahkan hilang begitu saja setelah mengeruk uang investor.

Oleh karena itu, pasar altcoin hanya cocok bagi investor yang berani mengambil risiko untuk berinvestasi pada pasar yang tidak memiliki hukum dan aturan yang jelas, fluktuasi harga tanpa batas, tapi memiliki peluang untuk menjadi kaya dalam sehari. Tidak ada seorangpun yang dapat menjamin bahwa investasi pada altcoin baik atau buruk, menguntungkan atau merugikan. Untuk menghindari kerugian dalam berinvestasi pada pasar cryptocurrency, Anda dapat membaca panduan dalam menentukan investasi cryptocurrency yang tepat.

Kelebihan dan Kekurangan Altcoin

Kelebihan Altcoin:
  • Altcoin merupakan versi revisi dari Bitcoin karena Altcoin menawarkan perbaikan pada keterbatasan yang terdapat pada Bitcoin.
  • Stablecoin dan utility coin, yang merupakan bagian dari altcoin, memiliki potensi untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Doge coin telah mematahkan seluruh persepsi sinis terhadapnya dengan kenaikan harga yang fantastis setelah memperoleh perhatian dari seluruh dunia. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap coin memiliki kesempatan untuk naik harganya tanpa memandang fitur khusus yang menyertai coin.
  • Investor memiliki pilihan yang sangat banyak jika ingin membeli altcoin, dengan fungsi dan fitur yang spesial di dunia digital.
Kekurangan Altcoin:
  • Jika dibandingkan dengan Bitcoin, saat ini nilai peredaran altcoin diperkirakan hanya memiliki market cap sebesar 40% dari seluruh pasar cryptocurrency. Dengan kata lain bahwa peminat altcoin masih belum terlalu banyak sehingga harganya belum bisa menyaingi Bitcoin.
  • Kebanyakan altcoin tidak memiliki peraturan yang jelas dengan likuiditas yang rendah. Akibatnya, pergerakan harga altcoin benar-benar tidak dapat diprediksi.
  • Altcoin pada dasarnya merupakan “keturunan” Bitcoin, sehingga altcoin memiliki struktur dan blockchain yang sama. Bahkan ada diantaranya yang benar-benar hasil jiplakan dari Bitcoin, karena penciptanya berharap akan kecipratan uang dan ketenaran. Hal ini menyebabkan banyak sekali altcoin yang mirip satu dengan yang lain, dan membuat investor semakin susah untuk menentukan coin mana untuk diinvestasikan.
  • Bagi para investor yang baru mengenal dunia cryptocurrency, tidak semua pencipta coin itu bertujuan sebaik yang diterangkan dalam white paper atau smart contract. Tidak sedikit investor yang tertipu saat ICO coin baru sehingga kehilangan uang yang diinvestasikan, dan lebih banyak lagi yang merugi karena coin yang dibeli tidak diteruskan lagi oleh developer.

Potensi Perkembangan Altcoin

Beberapa pengamat mengatakan terdapat kemungkinan jika altcoin bernilai rendah dapat bergabung menjadi satu coin, walaupun kemungkinannya sangat kecil. Hal ini disebabkan banyaknya altcoin yang beredar saat ini dan nilainya sangat kecil. Jika peggabungan tersebut tidak terjadi, maka akan terdapat ribuan altcoin yang kecil kemungkinannya akan terus dipertahankan.

Bagi investor yang ingin memperluas portofolio cryptocurrency yang dimilikinya, altcoin dapat menjadi pilihan karena harganya jauh lebih murah daripada Bitcoin. Investor dapat memilih altcoin dengan manfaat yang sudah dibuktikan dan memiliki likuiditas tinggi karena altcoin inilah yang akan bertahan di pasar cryptocurrency. Prospek profit yang bisa dihasilkan dari investasi pada altcoin juga lebih tinggi, mengingat harganya yang rendah saat ICO serta rentang harga yang sangat jauh dibandingkan Bitcoin. Seiring pesatnya perkembangan pasar cryptocurrency, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan peraturan dan legalitas dari pemerintah sehingga harga altcoin menjadi lebih stabil.

RINGKASAN

  • Istilah altcoin berasal dari kata “alternative” dan “coin” yang mengacu kepada semua cryptocurrency selain Bitcoin.
  • Hingga saat artikel ini ditulis, yait Mei 2021, market cap altcoin di seluruh dunia hanya sebesar 40% dengan lebih dari 9000 jenis coin yang ada. Sisanya masih dikuasai oleh Bitcoin.
  • Jenis altcoin dapat dibedakan berdasarkan penambangan, stablecoin, security dan utility token.

Altcoin dikembangkan dengan blockchain yang sama dengan Bitcoin, namun dilengkapi dengan fitur khusus yang tidak terdapat pada Bitcoin.

Menu