1. Investasi
  2. Cryptocurrency
  3. Apa Itu Ethereum Dalam Cryptocurrency?

Apa Itu Ethereum Dalam Cryptocurrency?


By

Updated

Apa Itu Ethereum?

Diluncurkan pada tahun 2015, Ethereum merupakan sebuah platform perangkat lunak (software) open-source, dibuat berdasarkan blockchain, yang digunakan untuk cryptocurrency buatannya sendiri, yaitu Ether (ETH). Ethereum memungkinkan program dan aplikasi, ataupun cryptocurrency lain untuk dibangun dan dijalankan tanpa mengalami downtime, kecurangan, ataupun kendali dan campur tangan dari pihak ketiga.

Ethereum sebagai sebuah platform sebenarnya merupakan sebuah bahasa pemrograman bernama Turing Complete yang berjalan dalam teknologi blockchain, yang dipakai untuk membantu pengembang membangun dan mempublikasikan aplikasi yang telah didistribusikan kepada user.

Ethereum – Dulu dan Saat Ini

Token Ether merupakan aplikasi yang dijalankan dengan Ethereum. Pada tahun 2014, Ethereum meluncurkan pre-sale untuk Ether yang mendapatkan respons luar biasa dari para investor cryptocurrency. Initial Coin Offering (ICO) yang dilakukan oleh Ehtereum dapat dibilang tersukses di antara coin lain. Ether dapat diumpamakan sebagai sebuah kendaraan yang berjalan di dalam kota Ethereum, dan saat ini paling dicari oleh pengembang (developer) aplikasi untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi di dalam Ethereum. Ether sendiri dapat digunakan untuk dua hal; pertama adalah untuk diperdagangkan di pasar cryptocurrency bersama-sama dengan coin-coin lainnya, dan digunakan di dalam Ethereum untuk menjalankan aplikasi.

Berdasarkan keterangan dari Ethereum, Ether dapat digunakan untuk mengkode, mendesentralisasi, mengamankan, dan memperdagangkan hampir semua hal. Salah satu proyek besar yang menggunakan Ethereum adalah saat Microsoft bertandem dengan ConsenSys untuk membuat EBaaS (Ethereum Blockchain as a Service) pada Microsoft Azure yang gunanya supaya para klien korporasi Microsoft – perusahaan yang membeli license “enterprise” – dan para pengembang independen lainnya, dapat memiliki sebuah blockchain tersendiri yang disimpan di cloud milik Microsoft.

Ethereum pada perkembangannya tidak lepas dari masalah. Pada tahun 2016, Ethereum terpaksa dibagi menjadi dua blockchain terpisah, yaitu Ethereum dan Ethereum Classic, setelah seorang hacker mencuri Ether senilai lebih dari $50 juta yang telah dikumpulkan oleh DAO (Decentralized Autonomous Organization). Pembajakan tersebut terjadi karena adanya celah pada coding DAO. Peristiwa pencurian ini mengakibatkan Ethereum saat ini merupakan hasil hard fork dari Ethereum asli.

Hingga bulan Mei 2021, Ethereum masih bercokol sebagai mata uang digital kedua terbesar di pasar cryptocurrency dunia, setelah Bitcoin tentunya. Jika Anda membandingkan kecepatan mining (menambang) Ethereum dengan Bitcoin, kecepatan menghasilkan Ethereum jauh lebih cepat daripada Bitcoin. Jumlah Ether yang beredar di pasar juga jauh lebih banyak sehingga menjadikannya sebagai cryptocurrency yang sangat likuid.

RINGKASAN

  • Ethereum sejatinya adalah sebuah platform open-source untuk membuat program dan aplikasi.
  • Ethereum memiliki mata uang kriptonya sendiri yaitu Ether (ETH).
  • Ether (ETH) saat ini merupakan cryptocurrency kedua terbesar di dunia setelah Bitcoin.
Menu