1. Bisnis
  2. Finance & Accounting
  3. Laporan Keuangan
  4. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi (Cash Flows From Operating Activities)

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi (Cash Flows From Operating Activities)


By

Updated

Apa Itu Arus Kas dari Aktivitas Operasi?

Arus kas dari aktivitas operasi adalah jumlah uang yang dihasilkan perusahaan dari aktivitas bisnisnya, seperti produksi dan penjualan barang dagangan, dan bisa juga berupa jasa kepada pembeli. Arus kas dari aktivitas operasi (cash flow from operating activities) merupakan bagian pertama yang ditampilkan dalam laporan arus kas (cash flow statement) perusahaan.

Arus kas dari aktivitas operasi tidak memasukkan pembelanjaan modal (capital expenditures) ataupun pendapatan yang bersumber dari investasi. Bagian ini hanya melaporkan kas masuk dan keluar yang berasal dari lini bisnis perusahaan. Hasil perhitungan, atau total yang dihasilkan disebut kas bersih dari aktivitas operasi atau kadang juga disebut arus kas operasional (operating cash flow).

Memahami Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas (cash flow) merupakan salah satu bagian paling penting mengenai operasional bisnis perusahaan karena menyangkut dana tunai yang masuk dan keluar perusahaan. Karena arus kas berhubungan dengan likuiditas, sehingga arus kas menjadi penting karena berbagai alasan. Salah satunya adalah untuk memeriksa dari mana uang yang masuk dan keluar perusahaan, berapa jumlahnya, dan bagaimana mengelolanya agar pemilik usaha ataupun manajer keuangan memiliki kecukupan dana tunai dalam membiayai operasional perusahaan. Laporan arus kas ini sangat membantu dalam membuat keputusan pembiayaan yang efisien dan tepat.

Laporan terperinci dari arus kas perusahaan dapat dilihat dalam laporan arus kas yang pasti ada dalam setiap laporan keuangan perusahaan, baik laporan kuartalan (quarterly reports) maupun laporan tahunan (annual reports). Arus kas dari aktivitas operasi merupakan indikasi dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan uang dari bisnis utama yang dijalankannya. Di dalamnya menyangkut laba bersih dari laporan laba rugi dan penyesuaian yang diperlukan saat metode pencatatan laba bersih dirubah dari basis akrual (accrual basis) ke basis kas (cash basis).

Kas yang tersedia dan mencukupi bagi perusahaan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan banyak hal, seperti melakukan ekspansi ke pasar luar negeri, melakukan riset dan pengembangan produk baru, membeli kembali saham beredar, membagikan dividen (dividend) kepada pemegang saham, melunasi sebagian utang (debts) untuk mengurangi bunga yang harus dibayar, dan masih banyak lagi. Sebagai seorang investor, yang seringkali diperhatikan dari perusahaan adalah harga sahamnya yang masih rendah dan arus kas dari aktivitas operasi yang terus menunjukkan tren peningkatan dari kuartal atau tahun sebelumnya. Kenaikan arus kas yang ditunjukkan dapat diartikan bahwa perusahaan memiliki kas lebih yang jika dimanfaatkan dengan baik akan menaikkan harga saham di masa depan.

Arus kas dari operasional yang selalu positif dan terus meningkat berarti bisnis yang dijalankan perusahaan sedang berkembang pesat. Kondisi ini juga memberikan tolak ukur positif yang selalu dicari investor selain laba sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (earnings before income taxes, depreciation, and amortization / EBITDA) dan laba bersih (net income).

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (statement of cash flows) merupakan satu dari tiga bagian utama dalam laporan keuangan standar, selain neraca saldo (balance sheet) dan laporan laba rugi (income statement atau disebut juga statement of profit or loss). Laporan arus kas ini terbagi menjadi tiga bagian; arus kas dari aktivitas operasional, arus kas dari aktivitas investasi (cash flow from investing activities), dan arus kas dari aktivitas pembiayaan (cash flow from financing activities). Secara keseluruhan, ketiga bagian ini memberikan informasi tentang dari mana asalnya uang yang masuk ke dalam perusahaan, bagaimana uang tersebut dibelanjakan, dan perubahan kas bersih sebagai hasil dari seluruh aktivitas perusahaan dalam satu periode akuntansi.

Pada bagian arus kas dari aktivitas investasi menampilkan catatan kas yang telah dibelanjakan untuk aset tetap dan jangka panjang, seperti tanah dan bangunan, termasuk hasil dari penjualan aset tetap ini. Sedangkan arus kas dari aktivitas pembiayaan menampilkan sumber pendanaan dan modal perusahaan, termasuk pelunasan utang dan pembayaran cicilan pinjaman. Transaksi yang termasuk dalam bagian ini seperti penerimaan dari hasil penerbitan obligasi dan saham baru, pembagian dividen, dan pembayaran bunga pinjaman.

Investor yang menganalisa arus kas perusahaan dari aktivitas operasi dalam laporan arus kas dapat mengetahui dengan jelas dari mana uang yang masuk ke dalam perusahaan dan berapa jumlahnya. Berbeda dengan arus kas dari aktivitas investasi dan pembiayaan yang mungkin tidak terlalu sering terjadi, aktivitas operasi adalah bisnis inti perusahaan sehingga akan selalu berulang dalam setiap laporan arus kas.

Metode Pencatatan Akuntansi untuk Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi yang ditampilkan dalam laporan arus kas dapat dicatat dengan dua metode:

Metode Tidak Langsung

Cara pertama yang dapat digunakan adalah metode tidak langsung (indirect method) di mana perusahaan memulai dengan laba bersih dari metode pencatatan akrual dan mencatat semuanya berdasarkan terjadinya transaksi dalam periode pelaporan. Berdasarkan metode pencatatan akrual dalam akuntansi, pendapatan (revenue) diakui dan dicatat saat terjadi transaksi, bukan saat kas diterima.

Sebagai contoh kasus, seorang pelanggan membeli handphone iPhone X seharga Rp. 15.000.000 secara kredit. Dalam kasus ini, penjualan telah terjadi tapi uang hasil penjualan belum diterima oleh perusahaan. Dengan metode akrual, penjualan ini sudah boleh diakui sebagai pendapatan oleh perusahaan sehingga akan dicatat dalam laporan laba rugi.

Metode Langsung

Cara pencatatan kedua yang dapat digunakan adalah menggunakan metode langsung (direct method), di mana perusahaan mengakui dan mencatat seluruh transaksi dengan metode berbasis kas, sehingga informasi yang ditampilkan dalam laporan arus kas berdasarkan uang yang memang sudah masuk atau keluar selama periode pencatatan.

Oleh karena itu, dengan menggunakan contoh di atas, terjadi kelebihan Rp. 15.000.0000 pada laporan laba rugi jika pencatatan dilakukan dengan metode basis kas. Untuk mengimbangi selisih ini akan muncul akun piutang dagang dalam neraca saldo. Dalam laporan arus kas, akan terjadi penyesuaian dengan berkurangnya Rp. 15.000.000.

Contoh dari metode pencatatan langsung pada arus kas dari aktivitas operasi antara lain:

  • Upah dan gaji karyawan
  • Uang yang dibayarkan kepada pemasok
  • Uang yang tertagih dari pelanggan
  • Pembayaran pajak penghasilan
  • Pendapatan dan beban bunga

Metode Langsung dan Tidak Langsung, Mana yang Lebih Baik?

Karena sebagian besar perusahaan menggunakan metode akrual dalam pencatatan akuntansi, maka kebanyakan akuntan lebih menyukai metode tidak langsung karena lebih mudah dalam mempersiapkan laporan arus kas dengan informasi dari laporan laba rugi dan neraca saldo. Angka dalam laporan arus kas konsisten dan jarang terjadi kesalahan pencatatan yang disebabkan adanya penyesuaian.

Sebenarnya, metode langsung memberikan informasi yang lebih jelas mengenai keluar masuknya uang perusahaan. Tapi diperlukan tambahan catatan rekonsiliasi pendapatan bersih dari laporan laba rugi pada laporan arus kas dari aktivitas operasi setiap kali pelaporan dilakukan.

Laporan rekonsiliasi digunakan untuk memeriksa akurasi pencatatan kas yang berasal dari operasional, dan mirip dengan metode tidak langsung. Laporan rekonsiliasi dimulai dengan merinci seluruh transaksi dalam laporan laba rugi dan disesuaikan dengan mengurangi transaksi yang belum melibatkan perputaran kas, lalu mencatat perubahannya di neraca saldo. Tambahan pekerjaan inilah yang membuat metode langsung kurang disukai oleh para akuntan dalam perusahaan.

Angka laba bersih didapatkan dari laporan laba rugi. Karena laporan laba rugi disusun dengan metode akrual, biaya non-kas yang tidak melibatkan perputaran uang tunai seperti depresiasi dan amortisasi akan ditambahkan kembali ke laba bersih. Perubahan yang terjadi pada akun-akun neraca saldo juga ditambahkan atau dikurangkan dari laba bersih untuk menghitung arus kas secara keseluruhan.

Persediaan (inventories), pajak tangguhan (deferred taxes), piutang dagang (accounts receivable), dan pendapatan yang sudah diakui adalah akun yang biasa terdapat dalam aset (assets), di mana perubahan pada akun-akun tersebut akan merubah hasil perhitungan arus kas dari aktivitas operasi. Utang dagang, kewajiban pajak, pendapatan tangguhan, dan beban yang sudah diakui adalah contoh akun dalam liabilitas (liabilities) yang juga mempengaruhi hasil perhitungan arus kas dari aktivitas operasi.

Catatan Khusus

Modal kerja merupakan komponen penting dalam arus kas dari aktivitas operasi, dan perusahaan dapat memanipulasi data modal kerja dengan menunda pembayaran tagihan pemasok, mempercepat penagihan pelanggan, dan menunda pembelian persediaan. Semua tindakan di atas bertujuan untuk mempertahankan posisi kas dalam perusahaan. Perusahaan juga bebas menentukan cadangan modal kerjanya, sehingga perusahaan dapat memilih pembelian sebesar apa yang dapat dikategorikan sebagai pembelanjaan modal.

Investor harus siaga terhadap hal ini saat membandingkan arus kas dari beberapa perusahaan yang berbeda. Karena tingginya fleksibilitas bagi para manajer keuangan untuk menentukan batas belanja modal, arus kas dari aktivitas operasi lebih sering digunakan untuk menganalisa kinerja satu perusahaan selama dua periode akuntansi berturut-turut daripada membandingkan perusahaan yang berbeda walaupun kedua perusahaan tersebut bergerak di industri yang sama.

RINGKASAN

  • Arus kas dari aktivitas operasi merupakan tolak ukur penting dalam menilai kinerja bisnis utama sebuah perusahaan.
  • Arus kas dari aktivitas operasi adalah bagian pertama yang ditampilkan dalam sebuah laporan arus kas, sebelum arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pembiayaan.
  • Terdapat dua metode dalam mencatat arus kas dari aktivitas operasi, yaitu metode tidak langsung dan metode langsung.
  • Metode tidak langsung dimulai dengan laba bersih dari laporan laba rugi kemudian menambahkan kembali transaksi non kas ke dalam arus kas.
  • Metode langsung melacak seluruh transaksi dalam satu periode berdasarkan kas yang keluar dan masuk perusahaan secara aktual.
Menu