1. Bisnis
  2. Finance & Accounting
  3. Laporan Keuangan
  4. Definisi Laporan Keuangan (Financial Statements) Bagi Investor

Definisi Laporan Keuangan (Financial Statements) Bagi Investor


By

Updated

Apa Itu Laporan Keuangan?

Definisi dari laporan keuangan (financial statements) adalah sebuah catatan tertulis yang berisi aktivitas usaha dan kinerja keuangan dari sebuah perusahaan. Laporan keuangan sebuah perusahaan publik harus diaudit oleh auditor eksternal yang nantinya akan disampaikan kepada investor, pemegang saham, dan BEI. Dalam akuntansi, sebuah laporan keuangan terdiri dari tiga bagian, antara lain neraca saldo (balance sheet), laporan laba rugi (statement of profit or loss / income statement), dan laporan arus kas (statement of cash flows).

Manfaat Laporan Keuangan Bagi Investor

Dalam berinvestasi, para investor dan analis keuangan sangat bergantung pada akurasi dan kejujuran dalam laporan keuangan. Kinerja perusahaan dapat dianalisa dengan berbagai rasio sebagai tolak ukur tinggi rendahnya tingkat pencapaian bisnis. Analisa dengan menggunakan rasio inilah yang disebut sebagai analisa fundamental. Hasilnya, investor dapat menentukan nilai sebuah saham, apakah overvalued atau undervalued, dan memprediksi arah pergerakan harga saham. Rasio yang digunakan beraneka ragam sesuai dengan tujuannya, dan diambil dari ketiga bagian dalam laporan keuangan. Seorang investor sebaiknya memahami bagian-bagian laporan keuangan dengan baik, yang akan dijelaskan dalam artikel ini. Untuk membantu Anda lebih memahami laporan keuangan perusahaan publik, Investor Radar akan menggunakan laporan keuangan tahunan dari PT. Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) tahun 2020.

Neraca Saldo

Sebuah neraca saldo, seperti ditunjukkan oleh namanya, menampilkan keseimbangan antara saldo aset (assets) dengan saldo kewajiban/liabilitas (liabilities) dan saldo modal/ekuitas (equity) pada satu periode keuangan. Cara menghitung neraca saldo mengikuti rumus persamaan dasar akuntansi, yaitu:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Dari rumus ini kita dapat menyimpulkan bahwa aset yang dimiliki oleh perusahaan dapat bersumber dari dua cara, apakah dengan berutang sehingga menimbulkan kewajiban untuk membayar kembali di masa depan, atau dari modal sendiri yang dapat berupa laba ditahan atau suntikan dana baru dari pemegang saham.

Berikut ini adalah contoh akun yang terdapat dalam sebuah neraca saldo:

Aset

Akun dalam aset akan tersusun berdasarkan tingkat likuiditasnya. Yang dimaksud dengan likuiditas di sini adalah seberapa cepat aset tersebut dapat dikonversi menjadi uang tunai.

  • Kas dan setara kas merupakan aset paling likuid, karena  berupa sejumlah uang tunai yang terdapat dalam perusahaan pada akhir periode keuangan.
  • Piutang dagang adalah aset paling likuid kedua, karena uang tunai yang belum ditagih dari pembeli rata-rata memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Persediaan barang dagangan, merupakan aset yang siap dijual kapan saja oleh perusahaan untuk dirubah menjadi uang tunai.

aset pt. unilever tbk. 2020

Kewajiban

Dalam bagian ini akan melampirkan seluruh utang yang dimiliki oleh perusahaan yang wajib dibayarkan di masa depan. Akun dalam bagian ini diurutkan berdasarkan tanggal jatuh tempo (maturity date), apakah kurang dari satu tahun (current liabilities) atau lebih dari satu tahun (long-term liabilities).

liabilitas, utang, kewajiban pt. unilever tbk. 2020

Ekuitas

Ekuitas merupakan jumlah uang tersisa yang dimiliki oleh perusahaan setelah menjual seluruh asetnya untuk membayar utang. Dalam bagian ini terdapat sejumlah laba yang ditahan oleh perusahaan untuk digunakan di tahun keuangan berikutnya, sehingga tidak dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.

modal atau ekuitas pt. unilever tbk. 2020 UNVR

Sesuai dengan rumus persamaan dasar akuntansi, maka neraca saldo dari PT. Unilever Indonesia Tbk. harus seimbang antara aset dengan liabilitas dan ekuitas. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Rp. 20,534,632 (aset) = Rp. 15,597,264 (liabilitas) + Rp. 4,937,368 (ekuitas)

Laporan laba rugi

Sebuah laporan laba rugi merupakan gambaran terhadap kinerja bisnis perusahaan. Dalam laporan ini dicatat seluruh pendapatan yang diterima dari operasional, kemudian dikurangi dengan seluruh pengeluaran selama periode pencatatan, dan hasilnya adalah laba bersih. Dari laba bersih ini investor dapat menghitung laba per lembar saham. Ada baiknya investor membandingkan laba per saham periode berjalan dengan periode sebelumnya untuk mengetahui perkembangan laba perusahaan dari tahun ke tahun. Investor dapat menilai apakah bisnis perusahaan terus bertumbuh atau sedang stagnan. Setelah mengetahui laba per lembar saham, investor dapat menghitung rasio price to earnings (PER atau kadang disingkat P/E Ratio). Rasio ini tidak dapat berdiri sendiri karena investor harus membandingkan PER perusahaan yang dianalisa dengan PER perusahaan sejenis atau PER rata-rata sektor industri.

Rumus yang digunakan dalam menghitung laporan laba rugi adalah:

Laba Bersih = Pendapatan – Biaya

Dari rumus perhitungan laporan laba rugi dapat disimpulkan bahwa laporan ini berpusat pada operasional perusahaan dalam satu periode keuangan. Kenaikan laba bersih secara stabil merupakan sinyal positif bagi investor karena menandakan bisnis perusahaan yang berjalan baik.

income statement / laporan laba rugi pt. unilever indonesia tbk. tahun 2020 2021

Dari gambar di atas kita dapat melihat pendapatan yang terbagi dua, yaitu pendapatan dari penjualan bersih yang dihasilkan dari bisnis inti PT. Unilever, dan pendapatan komprehensif lain. Dalam pendapatan komprehensif lain biasanya dicatat penghasilan yang diperoleh dari bunga bank, penghasilan royalti, atau laba yang diperoleh dari penjualan aset tetap.

Karena PT. Unilever adalah perusahaan manufaktur di bidang fast moving consumer goods (FMCG), maka pengeluaran terbesar perusahaan adalah biaya produksinya yang terdapat pada harga pokok penjualan (cost of goods sold / COGS). Sedangkan pengeluaran lain seperti beban gaji dan komisi, depresiasi dan amortisasi, juga beban listrik dan akomodasi termasuk dalam perhitungan laba bersih sebagai pengurang. Jika perusahaan menjual aset tetap dengan harga lebih rendah dari nilai bukunya, maka akan dicatat sebagai beban dalam laporan laba rugi.

Laporan Arus Kas

Sebuah laporan arus kas merupakan tolak ukur likuiditas perusahaan bagi investor. Dari laporan ini dapat dinilai bagaimana perusahaan menghasilkan uang tunai dari bisnis yang dijalankan untuk membayar biaya operasional, melunasi utang-utangnya, dan berinvestasi pada lini produk baru atau sektor bisnis lain.

Dari laporan arus kas kita dapat mengetahui dari mana asalnya uang perusahaan dan untuk apa uang itu digunakan. Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian sesuai kategori aktivitas bisnis perusahaan. Berikut ini adalah ketiga bagian dari laporan arus kas.

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Bagian pertama dari laporan arus kas adalah laporan arus kas dari aktivitas operasional, berupa catatan dari penerimaan dan pengeluaran kas dari bisnis inti yang dijalankan perusahaan. Kas yang diterima sebagai hasil penjualan barang dan jasa, penagihan piutang (accounts receivable), dan pembayaran utang dagang (accounts payable). Di dalamnya juga termasuk pembayaran gaji dan pajak penghasilan, bunga, sewa gedung, dan beban operasional lainnya.

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

Transaksi yang termasuk dalam arus kas dari aktivitas investasi adalah penerimaan atau pengeluaran dalam bentuk uang tunai yang berasal dari investasi jangka panjang perusahaan. Pembelian aset tetap seperti tanah dan bangunan akan masuk dalam bagian ini, begitu juga pembelian perusahaan lain, merjer, dan akuisisi. Intinya, semua transaksi tunai yang berkaitan dengan rencana jangka panjang perusahaan akan dicatat dalam arus kas dari aktivitas investasi.

Arus Kas Dari Aktivitas Pembiayaan

Bagian terakhir dari laporan arus kas mencatat keluar masuknya kas yang berkaitan dengan pendanaan, baik dari investor atau perbankan. Kadang disebut juga permodalan, karena transaksi yang berhubungan dengan ekuitas dicatat dalam bagian ini. Penerimaan kas yang diperoleh dari penerbitan utang obligasi, dilusi saham, atau pinjaman perbankan akan dicatat sebagai penambah arus kas. Sedangkan pengeluaran untuk pembelian kembali saham beredar, pembayaran dividen kepada pemegang saham, atau pembayaran cicilan utang dan bunga akan dicatat sebagai pengurang.

laporan arus kas / cash flow pt. unilever indonesia tbk. 2020 2021 unvr

Dalam laporan arus kas yang dilampirkan kita dapat melihat arus kas positif dari aktivitas operasi PT. Unilever Indonesia Tbk. sebesar Rp. 8,363,993. Sepanjang tahun 2020, PT. Unilever melakukan pembelian aset tetap dan aset tak berwujud sebesar Rp. 649,743 dan Rp. 42,207, dan menjual salah satu aset tetapnya seharga Rp. 95,000. PT. Unilever Indonesia Tbk. terkenal sebagai perusahaan yang sering membagikan dividen kepada para pemegang saham dalam jumlah besar, yang terlihat dalam laporan arus kas nya sebesar Rp. 7,371,069. Dalam tahun 2020 PT. Unilever mendapatkan dana pinjaman sebesar Rp. 95,000. Per tanggal 31 Desember 2020 masih terdapat kas sebesar Rp. 844,076 yang akan dipindahbukukan ke pencatatan tahun 2021.

Manfaat Memahami Laporan Keuangan Bagi Investor

Walaupun laporan keuangan menyajikan data keuangan perusahaan secara menyeluruh, investor masih harus memahami apa maksud dari data tersebut dan bagaimana cara menilainya. Dengan mengerti apa tujuan dari setiap bagian dalam laporan keuangan, investor dapat melakukan analisa terhadap kinerja perusahaan dengan lebih tepat.

Yang harus diperhatikan adalah laporan keuangan hanya menyajikan data dalam satu periode keuangan, sehingga investor harus meneliti lebih jauh ke belakang untuk mendapatkan tren bisnis dan keuangan perusahaan. Investor juga harus membandingkan laporan keuangan antara beberapa perusahaan dalam satu sektor industri untuk mengetahui siapa yang menjadi pemimpin di sektornya. Jika investor membandingkan antara sektor industri yang berbeda, maka hasil analisa akan menjadi rancu karena pola bisnis setiap sektor tidak sama. Semakin banyak laporan keuangan yang dianalisa akan membuat investor semakin teliti dan jeli dalam memilih perusahaan untuk berinvestasi.

RINGKASAN

  • Sebuah laporan keuangan adalah catatan terhadap seluruh aspek transaksi keuangan perusahaan sebagai hasil dari bisnis yang dijalankan.
  • Laporan keuangan terdiri dari tiga bagian yang memiliki tujuan pelaporannya masing-masing.
  • Bagian pertama adalah neraca saldo yang menunjukkan seberapa banyak aset yang diperoleh perusahaan dan bagaimana perusahaan memperolehnya, apakah dari meminjam uang atau menggunakan modal.
  • Bagian kedua adalah laporan laba rugi yang mencatat seluruh pendapatan dan pengeluaran perusahaan pada satu periode keuangan. Laporan laba rugi disusun untuk mendapatkan angka laba bersih sebagai hasil perhitungannya.
  • Bagian terakhir dari sebuah laporan keuangan adalah laporan arus kas yang mengukur seberapa likuid, atau dengan kata lain, seberapa banyak kas yang dimiliki, yang diperoleh dari aktivitas bisnis perusahaan, yang nantinya akan digunakan untuk membiayai operasional perusahaan dan melunasi utang-utang beserta bunganya.
Menu