1. Bisnis
  2. Finance & Accounting
  3. Laporan Keuangan
  4. Penjelasan Neraca Saldo Dan Contohnya Dalam Laporan Keuangan

Penjelasan Neraca Saldo Dan Contohnya Dalam Laporan Keuangan


By

Updated

Apa itu Neraca Saldo?

Sebuah neraca saldo (balance sheet) adalah pernyataan yang melaporkan posisi keuangan perusahaan yang berisi aset, liabilitas, dan ekuitas pada suatu tanggal tertentu. Neraca saldo dapat digunakan sebagai dasar perhitungan tingkat pengembalian dan untuk menilai struktur modal perusahaan. Neraca saldo juga dapat didefinisikan sebagai pernyataan keuangan yang melampirkan apa yang dimiliki dan terutang oleh perusahaan beserta nominal uang yang diinvestasikan sebagai modal usaha oleh pemegang saham.

Neraca saldo merupakan salah satu bagian dalam laporan keuangan selain laporan laba rugi dan laporan arus kas. Ketiga bagian ini yang menjadi dasar perhitungan analisa berbagai rasio keuangan.

Rumus Untuk Neraca Saldo

Neraca saldo dihitung pada dua sisi sesuai dengan persamaan akuntansi, di mana aset (assets) di sisi kiri dan liabilitas ditambah ekuitas di sisi kanan. Kenapa menggunakan kata neraca dalam istilah neraca saldo? Jawabannya adalah karena hasil perhitungan di sisi kiri dan kanan neraca saldo HARUS seimbang.

Berikut adalah rumus untuk menyusun sebuah neraca saldo:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Rumus di atas secara tidak langsung memberitahukan kepada kita bahwa perusahaan membayar seluruh aset yang dimiliki dengan dua cara, dengan meminjam uang atau menggunakan modal sendiri. Jika perusahaan menggunakan cara berutang, maka nilai utang akan bertambah. Begitu juga halnya jika perusahaan membeli aset dengan tambahan uang dari pemilik perusahaan, maka nilai ekuitas akan bertambah.

Sebagai contoh kasus, PT. ABC memerlukan dana sebesar Rp. 1 miliar untuk membeli peralatan produksi baru. Jika PT. ABC memutuskan untuk meminjam uang kepada bank sebesar Rp. 1 miliar, maka dengan transaksi tersebut nilai aset pada akun kas dan setara kas (cash and cash equivalents) akan bertambah sebesar Rp. 1 miliar, sama dengan jumlah utang yang diambil. Dengan pencatatan ini maka neraca saldo akan tetap seimbang. Jika PT. ABC mendapatkan suntikan dana dari pemilik perusahaan dan investor untuk pembelian tersebut, maka nilai total aset dan ekuitas juga akan bertambah dengan nilai yang sama.

Lalu bagaimana efek pendapatan yang diterima dari hasil operasional terhadap neraca saldo perusahaan? Pendapatan yang diperoleh perusahaan akan tercatat pada bagian aset, lalu dikurangi dengan semua beban dan biaya terlebih dahulu, kemudian selisihnya yang kita sebut sebagai laba atau rugi operasional akan menambah atau mengurangi ekuitas. Pendapatan yang terdapat pada sisi aset dapat muncul sebagai kas, investasi, persediaan, dan bentuk aset lainnya.

Ketiga komponen rumus penyusun neraca saldo, baik aset, liabilitas, dan ekuitas, terdiri dari beberapa akun yang lebih rinci. Akun-akun tersebut berbeda nilainya tergantung pada latar belakang bisnis perusahaan. Namun secara umum terdapat beberapa akun yang mendapat perhatian lebih dari para investor.

Penjelasan Komponen Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan ringkasan dari kondisi keuangan perusahaan pada satu waktu tertentu. Oleh karena itu, neraca saldo tidak dapat menjelaskan tren yang sedang terjadi dalam periode yang lebih lama. Karena itulah neraca saldo harus dibandingkan dengan neraca saldo dari periode sebelumnya, dan dibandingkan dengan neraca perusahaan lain yang bergerak di industri yang sama. Kita tidak dapat membandingkan neraca saldo perusahaan FMCG dengan perusahaan tambang karena terdapat perbedaan mencolok dalam strategi pengelolaan dananya.

Untuk melakukan analisa terhadap posisi keuangan dalam neraca saldo, investor dapat menggunakan beberapa rasio. Dengan rasio seperti debt-to-equity ratio dan acid-test ratio maka investor dapat menilai seberapa sehat keuangan dari perusahaan yang akan dimilikinya. Laporan laba rugi (statement of profit or loss) dan laporan arus kas (cash flow statement) juga memberikan informasi yang berharga kepada investor karena memiliki hubungan dengan neraca saldo.

Aset

Pada bagian aset, akun-akun akan diurutkan berdasarkan tingkat likuiditasnya. Semakin likuid sebuah aset berarti semakin mudah aset tersebut untuk dirubah menjadi uang tunai. Oleh karena itu, aset dibagi menjadi: Aset lancar (current assets), yaitu aset yang dapat diuangkan dalam jangka waktu satu tahun; dan aset tidak lancar (non-current assets atau long-term assets), yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk dikonversi menjadi uang.

Berikut ini adalah urutan akun yang dikategorikan sebagai aset lancar dalam sebuah laporan keuangan:

  • Kas dan setara kas, merupakan aset paling likuid, termasuk di dalamnya adalah Surat Utang Negara / SUN (treasury bills), deposito, dan uang tunai dalam mata uang asing.
  • Piutang (accounts receivable), yaitu uang yang masih belum dibayar oleh pembeli.
  • Persediaan (inventory), yang mengacu kepada produk tersedia untuk dijual, dicatat sesuai dengan biaya produksinya (cost of goods sold / COGS)
  • Biaya dibayar di muka (prepaid expenses), mewakili nilai dari biaya yang telah dibayar tapi belum diterima manfaatnya, seperti asuransi dan kontrak sewa.

Akun yang tergolong aset tidak lancar dalam laporan keuangan biasanya diurutkan seperti di bawah ini:

  • Investasi jangka panjang, mencakup beberapa instrumen keuangan yang tidak dapat diuangkan dalam waktu setahun.
  • Aset tetap (fixed assets), seperti tanah, bangunan, mesin dan perlengkapan produksi yang memiliki umur ekonomis tinggi. Seringkali kita mendengar istilah PP&E (Property, Plant, and Equipment) yang sebenarnya menjadi bagian dari aset tetap.
  • Aset tak berwujud (intangible assets) meliputi hak kekayaan intelektual (intellectual property) seperti hak cipta, merek dagang, paten, dan desain industri; dan goodwill. Nilai aset tak berwujud dicantumkan dalam neraca saldo jika memang diperlukan dan nilainya bersifat material.
Liabilitas

Liabilitas adalah uang yang terutang oleh perusahaan kepada pihak di luar perusahaan, mulai dari tagihan pemasok sampai cicilan bunga obligasi, termasuk cadangan dana pensiun karyawan. Liabilitas jangka pendek (current liabilities) adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan diurutkan berdasarkan tanggal jatuh temponya. Liabilitas jangka panjang (non-current / long-term liabilities) adalah kewajiban dengan tenggat waktu pembayaran di atas satu tahun.

Akun yang termasuk liabilitas lancar antara lain:

  • Utang dagang
  • Bagian utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun
  • Utang bank
  • Utang bunga
  • Utang tunjangan karyawan
  • Pendapatan diterima di muka
  • Utang dividen

Sedangkan liabilitas jangka panjang mencakup:

  • Utang jangka panjang, contohnya adalah obligasi beserta bunganya
  • Utang dana pensiun, merupakan dana yang dicadangkan perusahaan yang akan dibayarkan saat karyawan diberhentikan atau memutuskan pensiun.
  • Utang pajak tangguhan, pajak yang telah ditagihkan tapi belum perlu dibayarkan hingga tahun berikutnya.

Beberapa akun dalam liabilitas mungkin tidak dilampirkan dalam neraca saldo tapi tetap ada dalam bagian catatan pada sebuah laporan keuangan tahunan.

Ekuitas

Ekuitas atau modal pemegang saham adalah uang yang dimiliki oleh pemilik perusahaan, termasuk uang para investor. Ekuitas kadang disebut sebagai aset bersih, karena menunjukkan sisa aset tersisa bagi pemilik perusahaan setelah dikurangi liabilitasnya.

Laba ditahan merupakan bagian dari laba bersih yang disimpan oleh perusahaan, yang nantinya dapat diinvestasikan kembali ke bisnis perusahaan atau untuk melunasi sejumlah utang, sedangkan sebagian lain dari laba bersih akan dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Saham treasuri (treasury stock) adalah saham beredar yang dibeli kembali oleh perusahaan. Hal ini dilakukan dengan tujuan menyimpan saham tersebut agar dapat dijual lagi saat harganya naik, atau untuk mencegah perpindahan kepemilikan perusahaan secara paksa jika terdapat pihak yang memborong seluruh porsi saham beredar di pasar keuangan.

Anda juga mungkin pernah mendengar saham preferen (preferred stock), yang dicatat terpisah dari saham biasa. Pemilik saham ini mempunyai hak istimewa dalam perusahaan, contohnya mendapat dividen lebih dulu saat dibagikan atau lebih dulu memperoleh bagian dari aset perusahaan saat perusahaan dilikuidasi.

Tambahan modal disetor (additional paid-in capital) merupakan jumlah uang yang diterima perusahaan setelah menjual saham baru, di mana saat saham baru diterbitkan memiliki nilai nominal lebih tinggi dari saham biasa dan saham preferen. Selisih dari nilai nominal antara saham baru dengan saham biasa dan saham preferen inilah yang dicatat sebagai tambahan modal disetor.

Contoh Neraca Saldo

Berikut kami lampirkan neraca saldo dari PT. Unilever Tbk. yang diambil laporan keuangan terbaru, untuk tahun keuangan 2020. Kita mulai dari Aset di sisi aktiva:

aset pt. unilever tbk. 2020

Liabilitas dan Ekuitas di sisi pasiva:

liabilitas, utang, kewajiban pt. unilever tbk. 2020

modal atau ekuitas pt. unilever tbk. 2020 UNVR

Keterbatasan Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan sumber informasi yang sangat berharga bagi investor dan analis, namun juga memiliki beberapa kekurangan. Karena neraca saldo hanya menampilkan posisi keuangan satu tahun dan satu tahun sebelumnya, maka perkembangan dari tahun-tahun sebelumnya tidak diketahui. Kinerja operasional perusahaan juga tidak dapat dianalisa hanya dari neraca saldo saja, oleh karena itu banyak rasio keuangan yang menggunakan data dari laporan laba rugi dan laporan arus kas untuk mendapatkan informasi yang lebih luas tentang kinerja perusahaan.

Sistem akuntansi yang berbeda dan metode pencatatan depresiasi dan persediaan juga dapat merubah angka dalam neraca saldo. Dengan memanfaatkan hal ini, manajer keuangan dapat memainkan angka-angkanya agar terlihat lebih menarik. Cara terbaik untuk mendeteksi adanya kecurangan melalui creative accounting adalah dengan meneliti bagian catatan dalam laporan keuangan yang telah diaudit dan mencari perubahan-perubahan yang tidak wajar dalam metode penyusunan neraca.

RINGKASAN

  • Sebuah neraca saldo adalah sebuah laporan keuangan yang hanya berisi posisi keuangan perusahaan, terbagi menjadi aset, liabilitas, dan ekuitas.
  • Neraca saldo merupakan bagian pertama dari tiga bagian penting sebuah laporan keuangan, selain laporan laba rugi dan laporan arus kas. Ketiganya akan membentuk gambaran keseluruhan dalam menilai sebuah perusahaan.
  • Neraca saldo hanya sebuah cuplikan yang menampilkan kondisi keuangan perusahaan pada saat laporan dibuat.
  • Untuk melakukan analisa fundamental dengan menggunakan rasio keuangan dibutuhkan bagian lain dari laporan keuangan.
Menu