1. Investasi
  2. Analisa Fundamental
  3. Price to Earnings Ratio (PER): Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan

Price to Earnings Ratio (PER): Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan


By

Updated

Apa itu Price to Earnings Ratio?

Dalam menilai tinggi rendahnya harga suatu saham, analis dan investor hingga trader biasanya menggunakan beberapa rasio dan salah satunya adalah Price to Earnings Ratio atau yang biasa disingkat PER atau P/E Ratio. Rasio ini merupakan salah satu rasio analisis fundamental saham perusahaan publik, yang membandingkan antara harga pasar saham saat ini dengan laba per lembar sahamnya (earnings per share /EPS). Untuk value investor saham kawakan seperti Lo Kheng Hong dan Warren Buffet, sangat mementingkan analisis fundamental sebelum melakukan keputusan investasi.

Nilai PER yang tinggi bisa berarti harga saham yang sedang diperdagangkan terlalu tinggi (overvalued), atau memang investor percaya bahwa perusahaan akan menghasilkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi di masa yang akan datang. Tentu saja hasil perhitungan PER harus dibandingkan apple-to-apple dengan perusahaan di industri yang sama, seperti bank dengan bank.

Baca juga: Analisa harga saham wajib dengan Price to Book Value

Rumus Price to Earnings Ratio

Cara menghitung PER adalah dengan membagi harga yang berlaku di pasar saham terkini dengan nilai EPS dari laporan keuangan terakhir yang dirilis oleh perusahaan. Apabila perhitungan dilakukan di pertengahan tahun, maka analis biasanya akan menggunakan data laporan keuangan per kuartal setahun ke belakang (trailing twelve months / TTM).

Rumus Price to Earnings Ratio (PER) = Harga Saham Saat Ini / Laba per Lembar Saham (EPS) 

Contoh Perhitungan PER

Kebetulan sekali, saat artikel ini ditulis (30 Maret 2020, saat badai virus Corona sedang melanda Indonesia), PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. dengan kode emiten BTPN baru saja merilis laporan keuangan tahun 2019. Jadi akan kita gunakan sebagai contoh dalam perhitungan ini.

Sebelum kita menghitung PER, tentu kita harus mengetahui nilai pembaginya dulu, yaitu berapa nilai laba per lembar saham atau EPS nya. Perhatikan gambar di bawah ini:

Laporan Keuangan 2019 2020 Bank Tabungan Pensiunan Negara BTPN

Dalam setiap laporan keuangan, terdapat satu laporan yang namanya Laporan Laba Rugi (Statement of Profit or Loss atau income statement) dan sudah dihitungkan laba bersih per sahamnya. Yang akan kita gunakan adalah laba bersih per saham dasar (basic earnings per share), yaitu 203.

Harga Saham BTPN hari ini untuk analisa Price to Earnings Ratio PER

Sedangkan harga saham BTPN hari ini adalah 1,885.

Maka rasio PER dari Bank BTPN adalah:

Rasio PER Bank BTPN = 1.885 / 203 = 9,28

Apakah angka ini tinggi atau rendah? Jawabannya adalah relatif, tergantung dari rasio PER dari bank lain yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga: Debt to Equity Ratio, cara mengetahui sehat tidaknya keuangan perusahaan.

Semoga artikel ini membantu kalian semua sebelum berinvestasi di pasar modal. Bagi yang terjebak lockdown di rumah akibat #Covid-19 seperti saya, bacalah sebanyak-banyaknya informasi terutama yang berbasis analisa fundamental karena akan sangat membantu dalam mengambil keputusan jual beli saham nantinya.

Menu