1. Investasi
  2. Pasar
  3. Pasar Saham
  4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Arah Pergerakan Harga Saham

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Arah Pergerakan Harga Saham


By

Updated

Laba perusahaan adalah penggerak utama dari harga saham. Laba yang besar berarti perusahaan sedang bertumbuh pesat, dan cenderung meningkatkan nilai sahamnya. Namun laba bukanlah satu-satunya faktor penggerak harga saham. Pasar modal tempat saham diperdagangkan juga dipengaruhi oleh perubahan situasi ekonomi dan emosi para investor. Arah kemana harga saham bergerak dapat berbalik arah berdasarkan sejumlah faktor seperti di bawah ini.

Laba perusahaan

Investor cenderung mengidolakan saham perusahaan yang tidak hanya pencapaian laba dan pendapatannya meningkat dari tahun ke tahun, tapi juga yang bisnisnya menjanjikan di masa depan. Pada perusahaan yang labanya meningkat, nilai sahamnya juga akan ikut naik, dan pemilik saham mendapatkan capital gain saat harga sahamnya naik. Sebenarnya harga saham juga dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, apakah perusahaan mampu atau tidak untuk mencapai laba lebih dari ekspektasi para investor dan analis keuangan.

Kondisi perekonomian

Situasi dan kondisi perekonomian, baik dalam dan luar negeri, dapat mempengaruhi arah pergerakan harga saham. Kondisi perekonomian yang lemah dapat menekan pertumbuhan laba, di mana perusahaan cenderung stagnan daripada bertumbuh. Saat investor menyadari bahwa kondisi ekonomi sedang tidak kondusif untuk mendukung pertumbuhan pendapatan, maka mereka akan meninggalkan pasar modal untuk mencari investasi pada produk yang lain seperti obligasi, surat utang negara (SUN), atau emas, sehingga harga saham bergerak turun. Saat ekonomi membaik dan data menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat, harga saham akan naik mengikuti perkembangan positif perekonomian.

Sentimen investor

Dalam beberapa kasus, faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham dapat dipicu oleh isu atau berita seputar saham. Tapi anehnya, kadang-kadang faktor penggerak pasar itu tidak jelas sama sekali. Dalam kasus seperti ini, para pengamat sering mengatakan bahwa sentimen pasar sedang bekerja. Faktanya memang aktivitas jual beli saham sangat dipengaruhi oleh apa yang sedang dirasakan para investor. Saat investor tidak yakin pada pasar saham, mereka akan menahan diri dari berinvestasi. Saat mereka yakin, maka mereka masuk ke pasar dan melakukan pembelian. Sentimen investor terhadap saham sudah seringkali terbukti menjadi faktor penggerak harga saham.

Produk baru

Tim Research and Development (R&D) dalam sebuah perusahaan dapat menjadi faktor kunci penggerak harga saham. Contohnya, peluncuran produk baru yang sukses besar dari sebuah perusahaan dapat memicu gelombang pembelian saham besar-besaran. Sama halnya dengan perusahaan yang baru saja melakukan akuisisi terhadap perusahaan luar negeri sehingga membuka pangsa pasar baru.

Baca juga tentang mekanisme supply & demand pasar saham dan  emosi investor untuk membantu Anda dalam memilih saham pemenang. Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi pada mata uang kripto (cryptocurrency), Anda dapat membaca artikelnya di sini. Jangan lupa terus #dirumahaja agar #Covid-19 segera berlalu. Selamat mencoba, sukses terus!

Menu