1. Investasi
  2. Cryptocurrency
  3. Litecoin (LTC) – The “Silver” Bitcoin

Litecoin (LTC) – The “Silver” Bitcoin


By

Updated

Litecoin yang diberi kode LTC adalah sebuah altcoin yang memiliki sistem yang sama dengan Bitcoin. Litecoin merupakan hasil pemecahan dari Bitcoin (BTC) karena Bitcoin dianggap terlalu mahal, lambat, dan token yang terbatas. Litecoin membedakan dirinya dari Bitcoin dengan cara mempercepat penyusunan block dalam blockchain dan menggunakan algoritma Scrypt sebagai metode proof of work (PoW). Dalam penerapannya, Litecoin bekerja seperti halnya Bitcoin, yaitu sebagai alat pembayaran transaksi dalam jaringan open source yang terdesentralisasi. Karena kemiripan yang dimiliki oleh Litecoin dengan Bitcoin, Litecoin juga dijuluki sebagai “Silver Bitcoin”.

Riwayat Perkembangan Litecoin (LTC)

Litecoin diciptakan oleh Charles Lee, yang lebih dikenal dengan Charlie Lee, seorang mantan karyawan Google yang tertarik pada dunia cryptocurrency di tahun 2011. Saat itu Charlie hanya iseng mengutak-atik coding Bitcoin dan menemukan ide untuk membuat coin baru. Charlie kemudian mengembangkan algoritma Scrypt yang tujuannya untuk memblokir serangan berskala besar pada cryptocurrency yang rentan terjadi pada Bitcoin, namun Scrypt membutuhkan resource yang lebih besar dari sisi hardware.

Perbedaan Bitcoin (BTC) dan Litecoin (LTC)

Charlie Lee menciptakan Litecoin dengan tujuan menjawab keterbatasan yang ada pada Bitcoin. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

Pembuatan

Bitcoin diciptakan di tahun 2009 oleh sekelompok orang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto, sedangkan Litecoin diciptakan oleh Charles Lee di tahun 2011.

Algoritma

Bitcoin menggunakan algoritma SHA-256 dalam pembuatan hash baru dalam blockchain. SHA adalah singkatan dari Secure Hash Algorithm, sebuah coding yang akan membentuk hash setelah block baru tersusun dalam blockchain, yang bekerja sebagai pengaman dalam sistem. Jika data dalam block dirubah, maka SHA secara otomatis akan merubah keseluruhan hash.

Litecoin menggunakan algoritma yang diberi nama Scrypt, yang bekerja lebih baik dan lebih cepat dari Bitcoin. Dengan adanya Scrypt kita dapat melihat perbedaan selanjutnya yang cukup signifikan antara Bitcoin dan Litecoin.

Sistem Kerja

Bitcoin membutuhkan waktu 10 menit untuk menvalidasi pembentukan 1 block, sedangkan Litecoin hanya 2.5 menit.

Bitcoin membatasi jumlah token beredar sebanyak 21 juta token, sedangkan Litecoin 84 juta token, persis 4x lebih besar dari Bitcoin.

Harga Litecoin (LTC) Terkini

harga litecoin LTC terbaru terkini

Litecoin saat ini menduduki peringkat ketiga dalam ukuran market cap setelah Ether (ETH). Harga Litecoin (LTC) diperdagangkan sebesar Rp. 2.561.215 per tokennya pada pasar TokoCrypto, setelah naik 19% dalam 24 jam terakhir (artikel ditulis pada tanggal 25 Mei 2021). Dari pantauan Investor Radar, harga Litecoin telah turun hampir setengahnya dalam seminggu, -41,42%. Secara umum, LTC masih menunjukkan grafik bearish dengan titik terendah di harga $146 USDT dan tertinggi di $194 USDT.

Menu