1. Investasi
  2. Cryptocurrency
  3. Perbedaan Blockchain (Bitcoin) dengan Bank

Perbedaan Blockchain (Bitcoin) dengan Bank


By

Updated

Sistem operasional dunia perbankan berbeda sangat jauh dengan blockchain. Sama-sama digunakan sebagai media pembayaran, tapi teknologi blockchain seperti Bitcoin memberikan sentuhan era milenial yang sangat kental. Mari kita kupas satu per satu perbedaan antara blockchain yang diwakili oleh Bitcoin dengan perbankan.

Jam operasional

Bank pada umumnya hanya beroperasi pada hari kerja, Senin – Jumat dengan jam kerja 09:00 hinga pukul 16:00. Tutup setiap hari Minggu dan libur nasional.

Bitcoin beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun.

Biaya transaksi

Setiap bank memiliki tingkat biaya transaksi yang berbeda-beda, yang dikenakan pada nasabah setiap melakukan transaksi, seperti menyimpan uang dan melakukan transfer dana ke rekening baik di dalam dan di luar negeri.

Bitcoin mengenakan biaya transaksi yang disetujui bersama antara penjual dan pembeli.

Kecepatan proses transaksi

Transfer uang ke rekening pada bank yang sama sekarang sangat cepat. Tapi jika transfer ditujukan ke rekening bank berbeda dan negara berbeda, proses transfer membutuhkan waktu 24-48 jam, dan proses selalu terpotong oleh hari libur dan non-banking day.

Transfer melalui Bitcoin memerlukan waktu 15 menit hingga 1 jam, tergantung kecepatan jaringan yang dilewati.

Identitas

Dunia perbankan diwajibkan untuk menyimpan data pribadi pemilik rekening.

Setiap orang atau bahkan bot komputer dapat menjadi anggota jaringan Bitcoin. Identitas pemilik tidak pernah disimpan di dalam sistem.

Syarat minimum

Pernah melakukan transfer bank? Terdapat syarat yang harus dipenuhi nasabah, berupa identitas diri (KTP/SIM), nomer telepon yang dapat dihubungi (saat ini diisi dengan nomer handphone yang secara otomatis wajib memiliki handphone), dan jumlah minimal transaksi.

Melakukan transaksi Bitcoin hanya memerlukan koneksi internet dan sebuah handphone.

Privasi

Bank menyimpan informasi nasabah dalam server miliknya, dan nasabah menyimpan data akunnya dalam handphone atau laptop. Privasi nasabah akan tetap terjaga selama server bank atau gadget nasabah tidak dibobol hacker.

Walaupun setiap Bitcoin dapat dilacak keberadaan dan asal usulnya, namun privasi pemilik akan tetap terjaga jika menggunakan identitas samaran saat transaksi. Situasi berbeda jika Bitcoin dibeli melalui pasar cryptocurrency, karena pasar mewajibkan pengguna baru untuk melampirkan seluruh data pribadi dalam proses pendaftaran.

Keamanan

Jika nasabah bank berhati-hati dengan keamanan di handphone, seperti menggunakan password panjang dan autentikasi dua faktor, maka keamanan uang nasabah tetap terjamin di level server perbankan.

Pada Bitcoin, semakin besar jaringan Bitcoin maka semakin aman Bitcoin yang dimiliki. Tapi keamanan Bitcoin di tingkat pemilik sangat tergantung pada pengamanan yang dilakukan oleh si pemilik itu sendiri. Sangat disarankan bagi pemilik Bitcoin untuk menyimpannya dalam cold storage, terutama Bitcoin yang disimpan berjumlah besar atau ingin disimpan dalam waktu lama.

Persetujuan transaksi

Bank memiliki hak untuk menyetujui atau menolak transaksi untuk berbagai alasan. Jika transaksi dilakukan dengan pihak yang dicurigai, bank tidak akan memproses transaksi.

Sedangkan dalam Bitcoin, jaringan Bitcoin tidak pernah menentukan bagaimana cara Bitcoin digunakan. Pemilik Bitcoin dapat menggunakannya untuk apa saja sesuai keinginannya, selama mengikuti peraturan tentang transaksi cryptocurrency di negara pemilik (jika ada).

Pembekuan Akun

Jika pemerintah mendeteksi adanya tindakan kejahatan seperti korupsi dan pencucian uang, akun pelaku kejahatan dapat ditelusuri dengan mudah dan aset di dalamnya juga dapat dibekukan dengan mudah.

Pemilik Bitcoin yang menutup identitas dirinya akan sangat susah dilacak oleh pemerintah negara manapun.

Menu